RADIOLOGI ZONE

Featured Post

SOP ( STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ) MRI BREAST

Rumah Sakit Z PEMERIKSAAN MRI PAYUDARA ( BREAST) Standar Operasional Prosedur ...

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, December 4, 2017

Standar Operasional Prosedur Pemeriksaan BNO IVP ( Intra Vena Pyelografi )


Rumah Sakit Z Pemeriksaan  BNO IVP ( Intra Vena Pyelografi)
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian pemeriksaan radiologi pada tractus urinaria ( ginjal , ureter, kandung kemih dengan menggunakan bahan kontras yang dimasukkan pada pembuluh darah balik ( Vena) 
Tujuan 1. menilai fungsi sekresi dan ekskresi ginjal
2. menilai morfologi dari struktur sistem pelviocalises
3. menilai kemampuan miksi
4. IVP dibuat dalam kondisi optimal
Kebijakan 1. pemeriksaan dilakukan oleh radiografer
2. ekspertise dilakukan oleh radiolog
3. pada kasus-kasus tertentu dengan resiko tinggi perlu konsultasi dan pendampingan dari instalasi anestesi
4. diperlukan inform consent
Prosedur 1. indikasi
semua kelainan pada dan di luar tractus urinarius yang dicurigai mempengaruhi tractus urinarius

2. kontra indikasi
a. absolute : hyper sensitif terhadap kontras media
b. relatif : keadaan umum buruk, diabetes melitus, myeoloma multiple dll

3. persiapan pasien
a. sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien wajib melakukan pemeriksaan laboratorium darah: Ureum dan Creatinin dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut pada petugas radiologi ( Nilai Normal Ureum : 10-50 mg/dL dan Creatinin : 0.6 - 1.1 mg/dL).
b. satu hari sebelum pemeriksaan pasien hanya boleh makan bubur kecap/ telur rebus/ roti tawar. pasien tidak boleh makan makanan yang berserat seperti sayuran dan daging.
c. pukul 19:00 WIB adalah batas waktu makan terakhir, namun pasien masih boleh minum.
d. pukul 20:00 WIB pasien minum garam inggris 30 mg dicampur dalam satu gelas air hangat, kemudian pasien dianjurkan minum ayah putih yang banyak untuk menghindari dehidrasi.
e. pukul 23:00 WIB adalah batas minum terakhir, kemudian pasien di puasa kan total sampai dilakukan pemeriksaan
f. sebelum pemeriksaan dilakukan, pasien akan di plan foto BNO untuk melihat hasil persiapan pasien, jika terlihat masih kotor maka pemeriksaan ditunda keesokan harinya dan pasien lakukan persiapan ulang

4. persiapan alat
a. jarum suntik bersayap( wing needle )
b. kontras non ionic
c. kompresi pinggang (stwing)

5. tehnik pemeriksaan
a. foto abdomen polos
b. foto ginjal dengan kompresi dilakukan pada menit ke-10
c. foto pada menit ke-15 kompresi dilepas
d. foto abdomen pada menit ke-30
e. foto abdomen pada menit ke 60, apabila ginjal tidak terlihat dapat dievakuasi sampai dua jam
Unit Terkait  instalasi radiologi
instalasi gawat darurat
 instalasi rawat jalan
 anestesi

Standar Operasional Prosedur Pemeriksaan HSG ( Histerosalphingografi)


Rumah Sakit Z Pemeriksaan HSG ( Histerosalphingografi)
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian merupakan pemeriksaan foto rontgen pada rahim dan saluran kandung telur dengan menggunakan bahan kontras yang dimasukkan lewat ostium uteri externum 
Tujuan untuk mengetahui kelainan pada rahim atau uterus dan kedua saluran kandung telur atau Tuba Fallopi
Kebijakan pemeriksaan dilakukan oleh radiografer dan radiolog.
exspertiae dilakukan oleh radiolog
Prosedur 1. Persiapan alat
a. kaset ukuran 24 x 30 cm
b. kontras media non ionic
c. kateter foley 8/10 F
d. HSG Set

Indikasi
a. infertilitas
b. pendarahan intra uteri yang abnormal
c. abortus berulang
d. post sectio caesar
e. massa intra uteri
f.  mengetahui kelainan bawaan uterus
g. trans lokasi IUD

3. Kontra indikasi
a. kehamilan
b. infeksi
c. alergi bahan kontras
d. post menstruasi karena kemungkinan vaskularisasi bertambah

4. komplikasi
a. nyeri oleh karena tindakan atau kontras
b. infeksi setelah tindakan
c. perdarahan
d. reaksi alergi

5. teknik
a. dilakukan 10 sampai 14 hari setelah menstruasi
b. menggunakan fluoroskopi / tanpa fluoroskopi
c. kandung kemih dikosongkan atau miksi sebelum pemeriksaan
d. posisi litotomi

6. kontras
a. kontras yang larut air seperti: Urografin, Hexabrix, Ultravist, Iopamiro dll
b. jumlah kontras kira-kira 5 sampai 10 cc tergantung teknik yang dipakai

7. Gambaran Radiograf
a. dibuat foto supine dengan jumlah kontras kira-kira dua sampai 4 cc untuk mengisi uterus
b. kontras dihabiskan untuk menilai tuba dan spill sign di rongga abdomen kanan dan kiri
c. foto supine post evakuasi bila diperlukan
Unit Terkait  instalasi radiologi
 instalasi rawat inap
 poli kebidanan 

Standar Operasional Prosedur Pemeriksaan BNO dan Abdomen 3 posisi


Rumah Sakit Z Pemeriksaan BNO dan Abdomen 3 Posisi
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian pemeriksaan foto rontgen rongga perut dengan posisi pasien terlentang, duduk terlentang atau setengah duduk dan tidur miring kiri dengan sinar horizontal
Tujuan untuk mengetahui kelainan radiologi pada rongga abdomen
Kebijakan pemeriksaan oleh radiografer ekspertise oleh radiolog 
prosedur 1. persiapan alat dan bahan
a. kaset ukuran 30 x 40
b. pesawat rontgen dengan bucky  table
c. lysolm grid
d. marker
 2. teknik pemeriksaan

a. BNO (Abdomen polos
- pasien supine di atas meja pemeriksaan atau brankar
- kedua tangan di samping tubuh
- CR : Tegak lurus film
- CP : Umbillicus
- Waktu Eksposi : pada saat ekspirasi penuh

b. Abdomen 3 posisi
1. posisi AP sama dengan BNO. Batas tas processus xyphoideus , batas bawah sympisis pubis

2. LLD (Left Lateral Decubitus )
• fashion berbaring miring ke kiri kedua tangan ke atas
• mid coronal plane tegak lurus terhadap kaset
• Batas atas processus xyphoideus , batas bawah sympisis pubis
• CR : Horzontal
•CP : umbilicus
•Eksposure : pada saat ekspirasi penuh

3. Posisi setengah duduk (Fowler)
• MSP tubuh tegak lurus terhadap kaset
• foto mencakup setengah thorax
CR : tegak lurus kaset
CP : diafragma
exposure : saat pasien inspirasi penuh
Unit Terkait  instalasi radiologi
instalasi gawat darurat
instalasi rawat jalan
 rawat inap

Standar Operasional Prosedur Penjadwalan Pemeriksaan


Rumah Sakit Z PROSEDUR PENJADWALAN PEMERIKSAAN KHUSUS
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian sistem penjadwalan pencatatan pemeriksaan radiologi khusus diatur sesuai lamanya pemeriksaan pada setiap hari kerja serta penjelasan persiapan pasien. adapun pemeriksaan khusus antara lain: BNO IVP, OMD, CYSTOGRAFI, HSG, USG, COLON IN LOOP, FISTULOGRAFI, MYELOGRAFI, dan lain-lain
Tujuan agar pemeriksaan berjalan dengan baik dan lancar
Kebijakan 1. pelayanan pemeriksaan khusus dari terjadwal dan tercatat pada buku pemeriksaan
2. pemeriksaan khusus harus ditulis di papan jadwal pemeriksaan
3. penjadwalan pemeriksaan khusus dilakukan oleh radiografer dengan konsultasi pada radiolog
Prosedur 1. untuk pasien rawat jalan
pasang datang ke radiologi dan akan ditentukan kapan pemeriksaan khusus dilakukan. pasien akan mendapatkan penjelasan tentang persiapan pemeriksaan khusus yang dijelaskan oleh Radiografer
2. untuk pasien rawat inap
perawat datang ke radiologi untuk konsultasi penjadwalan pemeriksaan khusus. telah mendapatkan jadwal pemeriksaan khusus radiografer mendatangi pasien untuk menjelaskan tentang persiapan pasien sebelum pemeriksaan khusus
Unit Terkait  instalasi radiologi
instalasi rawat jalan
instalasi rawat inap

Standar Operasional Prosedur Persiapan Pemeriksaan HSG


Rumah Sakit Z Persiapan Pemeriksaan HSG
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian persiapan yang dilakukan untuk pemeriksaan HSG yang mana digunakan untuk memperlihatkan saluran telur dan rahim dengan menggunakan bahan kontras tegar kelainan dan gambaran saluran telur dan rahim akan tampak jelas
Tujuan sebagai acuan pasien yang akan dilakukan pemeriksaan HSG. persiapan pemeriksaan agar sesuai prosedur mendapat menghasilkan gambaran radiologi yang baik.
Kebijakan 1. penjelasan persiapan dilakukan oleh petugas / radiografer
2. pemeriksaan ini dapat dilakukan pada hari ke 10 sampai 14 dari hari pertama haid
3. pasien tidak melakukan hubungan intim sebelum pemeriksaan
Prosedur 1. pasien datang ke radiologi dengan membawa surat pengantar untuk mendaftar dan ditentukan jadwal pemeriksaan
2. pemeriksaan dapat dilaksanakan berdasarkan :
a. perhitungan dimulai dari hari pertama haid dan pemeriksaan dilakukan antara hari ke 10 sampai 14 dari hari pertama haid
b. stasiun dulu melakukan hubungan intim sebelum dilakukan pemeriksaan




Unit Terkait  instalasi radiolgi
instalasi rawat jalan

Standar Operasional Prosedur Pemeriksaan Cystografi

Rumah Sakit Z PEMERIKSAAN CYSTOGRAFI 
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian pemeriksaan radio grafi untuk memperlihatkan daerah vesica urinaria atau kandung kemih dengan menggunakan media kontras  secara retrograde melalui kateter yang dipasang pada uretra
Tujuan untuk memperlihatkan struktur kandung kemih serta struktur infravesica dan organ-organ sekitarnya
Kebijakan penjelasan persiapan dilakukan oleh petugas radiologi kepada pasien rawat jalan atau rawat inap
Prosedur 1. Persiapan
serum dikosongkan kecuali pada keadaan akut
2. indikasi
batu kandung kemih
karsinoma kandung kemih
divertikulum kandung kemih
cystitis
ruptur buli buli
3. kontra indikasi
infeksi saluran kemih
4. Teknik
a. menggunakan kateter dengan galon (fooley) atau tanpa galon, ukuran tergantung pada keadaan biasanya dipakai ukuran 16 atau 18 treansuretra dan secara fungsi supra publik
b. kandung kemih dikosongkan
c. menggunakan kontras dengan kepekatan 15%-20% dalam larutan NaCL kira kira 150-500 ml
d. menggunakan ukuran kaset 24 x  30 yang diletakkan melintang
e. foto dibuat pada posisi AP, LPO dan RPO
Unit Terkait  instalasi radiolgi
instalasi gawat darurat
instalasi rawat jalan
instalasi rawat inap

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Radiologi Pasien dari Gawat Darurat


Standar Operasional Prosedur Pelayanan Radiologi Pasien dari Gawat Darurat




Rumah Sakit Z PELAYANAN RADIOLOGI PASIEN DARI GAWAT DARURAT
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian sebagai acuan pemeriksaan radiologi kepada pasien yang perlu dilakukan penanganan segera
Tujuan menegakkan diagnosa dengan pemeriksaan radiologi
Kebijakan pelayanan pasien igd di titik berat tanpa ada keselamatan pasien, administrasi dapat dilakukan setelah pemeriksaan
Prosedur 1. petugas igd segera menghubungi petugas radiologi
2. pasien diantar oleh perawat igd dengan membawa surat permintaan rontgen dari dokter jaga
3. petugas radiologi mencatat pada buku jaga malam
4. radiografer  pemeriksaan radiologi
5. rincian biaya dilakukan setelah petugas melakukan pemeriksaan radiologi
6. telah pemeriksaan dinyatakan selesai pasien kembali ke igd
Unit Terkait  instalasi radiologi
instalasi gawat darurat

STARNDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN RADIOLOGI PASIEN RAWAT INAP


Rumah Sakit Z PELAYANAN RADIOLOGI PASIEN RAWAT INAP
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian suatu proses kegiatan pemeriksaan radio diagnostik dari pasien rawat inap
Tujuan sebagai acuan langkah-langkah pemeriksaan radiologi untuk pasien rawat inap
Kebijakan 1. dilakukan oleh radiogafer sesuai jenis pemeriksaan
 2. pemeriksaan  sesuai permintaan dokter ruangan
3. pemeriksaan khusus akan dijadwalkan ( akan dijelaskan persiapan kecuali Cito)
Prosedur 1. pasang dibawa oleh perawat keruangan radiologi dengan membawa formulir rontgen disertai status atau list pasien
2. petugas administrasi radiologi mencatat di buku register dan mencatat biaya dilist pasien
3. selanjutnya dilakukan pemeriksaan Rontgen oleh radiografer sesuai permintaan rontgen
4. setelah selesai dilakukan pemeriksaan pasien kembali ke ruangan
5. hasil rontgen diambil setelah expertise oleh radiolog
Unit Terkait  instalasi radiologi
instalasi rawat inap

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Radiologi Pasien Rawat Jalan

Rumah Sakit Z PELAYANAN RADIOLOGI PASIEN RAWAT JALAN
No Dokumen No Revisi Halaman 
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur Utama
Pengertian suatu kasus kegiatan pemeriksaan rendah diagnostik dari pasien rawat jalan
Tujuan 1. Sebagai acuan langkah-langkah pemeriksaan radiologi untuk pasien rawat jalan
2. Tertib administrasi
Kebijakan  biaya pemeriksaan radiologi bagi pasien disesuaikan dengan jenis pemeriksaan yang 
Prosedur 1. pasien membawa surat permintaan rontgen dari dokter perawat jalan disertai bukti pembayaran dari kasir ke loket radiologi
2. petugas administrasi radiologi mencatat di buku register dan memberi nomor pemeriksaan rontgen
3. formulir rontgen diserahkan kepada radiografer oleh petugas administrasi
4. radiografer memanggil pasien dan melakukan pemeriksaan rontgen yang diminta
5. pengambilan hasil rontgen oleh pasien atau keluarga yang telah diminta dengan menunjukkan bukti pembayaran
Unit Terkait  kasir
instalasi radiologi
instalasi rawat jalan