Posts

Showing posts from January, 2019

Cerebral Angiografi

Cerebral Angiografi  Cerebral Angiografi adalah pemeriksaan pembuluh darah otak dengan kontras media.  ▶️ Kontras media :  ➡️ Angiografin ➡️conroy 380 ➡️Urografin 60% ➡️Omnipaque ➡️Visipaque ➡️Hypaque ➡️Iopamiro Dosis kontras media : 10cc Pemasukan kontras media : Kontras media dimasukkan melalui NALD Punctie /Catether Pemasangan nald punctie 1. Sebelum di lokal anestesi 2. Jarum punctie dimasukkan pada Arteri karotis internal 3. perjalanan kontras pada Arteri karotis interna memperlihatkan bagian anterior dan middle cerebral pembuluh darah Persiapan alat: 1. Nald Punctie nomor 20 ( abocath) 2. Kontras media 3. Obat-obat anestesi 4. Spuit 3 cc, spuit 20 cc 5. Kapas alkohol 6. Yodium 7. Ghaas steril, plester, gunting 8. Duk berlubang steril 9. Handskun 10. Casan spoeling ( NaCl) Cara pemeriksaan A. Teknik skull unit -persiapan sebelum diambil foto a. Pasien supine, leher ekstensi b. Alat mobilisasi disiapkan, fiksasi dilakukan setelah

Arteriografi

Arteriografi ▶️ Yang dapat dilihat pada Arteriografi di samping kita menyelidiki perang pembuluh darah sendiri perlu diperiksa jaringan sekitar pembuluh darah itu sendiri, perlu dilihat perubahan pada organ tersebut contohnya ginjal dan hepar  πŸ‘‰ Kelainan pembuluh darah - aneurisma aorta (pembengkakan) - Atherosclerose ( radang pembuluh darah akibat penumpukan plak) - stenosis - peradangan pada pembuluh darah πŸ‘‰ Tumor -invasi pembuluh darah -hipervaskularisasi dari organ -neovaskularisasi πŸ‘‰ Perubahan pada organ -pembesaran dari organ -pengi Sutan dari organ -displacement dari organ πŸ‘‰ Kelainan kongenital dari pembuluh darah dan organ ▶️ Indikasi arteriografi Indikasi luas terutama sebagai persiapan pembedahan atau pengobatan lainnya πŸ‘‰ Tumor di dalam rongga abdomen πŸ‘‰ Kelainan bawaan πŸ‘‰ Peradangan dari organ dan pembuluh darah πŸ‘‰ Mencari sebab hipertensi karena kelainan pembuluh darah ▶️ Kontraindikasi πŸ‘‰ Hipersensitif kon

Angiografi

Angiografi    ▶️Pengertian : pemeriksaan sistem peredaran atau sirkulasi darah ( Cardiovascular System) ▶️Anatomi :  πŸ‘‰ Arteri : pembuluh darah yang membawa darah keluar jantung πŸ‘‰Vena : pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung πŸ‘‰ Aorta : pembuluh darah yang paling besar πŸ‘‰Arcus Aorta : berbentuk melintang πŸ‘‰Arcus Thoracalis : masuk ke rongga thorax πŸ‘‰Arcus Abdominalis : masuk ke rongga abdomen πŸ‘‰ Vena banyak mengandung CO2 atau darah kotor ( darah keluar hanya mengalir) πŸ‘‰ Arteri banyak mengandung O2 atau darah bersih ( daerah keluar menyemprot) ▶️ Jenis-jenis angiografi πŸ‘‰ Arteriografi ( untuk menggambarkan arteri) πŸ‘‰ Venografi /Phlebografi ( untuk menggambarkan Vena) πŸ‘‰Limpografi ( untuk sistem limfatik) ▶️Macam- macam pemeriksaan angiografi πŸ‘‰ Cerebral angiography ( Arteriografi carotis (leher kanan dan kiri ), Arteriografi Cerebral) πŸ‘‰ Cardio angiografi πŸ‘‰ Abdominal angiografi ( Aortografi, Renal Angiografi) πŸ‘‰ Periphe

Pielografi Intravena (IVP) dalam ginekologi

Pielografi Intravena (IVP) dalam ginekologi Pemeriksaan traktus urinarius dalam  ginekologi kadang-kadang diperlukan untuk kasus-kasus sebagai berikut: 1.  Bila ada suatu tumor yang besar dalam abdomen yang menekan ureter, untuk mengetahui keadaan ginjal. 2. Pada kasus-kasus kelainan bawaan pada traktus genitalis, maka sering ditemukan anomali-anomali pada traktus urinarius. 3.  Sesudah operasi ginekologi, di jika diduga terjadi kerusakan pada traktus urinarius, terutama ureter 4. tumor ganas pada ovarium atau uterus stadium lanjut yang dapat mengakibatkan infiltrasi ke ureter dan vesika.  Kelainan bawwaan traktus genitalis wanita  kelainan kelainan bawaan traktus genitalia wanita merupakan hal yang penting sekali Bagi ahli ahli psikologi karena kelainan-kelainan tersebut diketahui menyebabkan sterilitas, abortus habitualis, atau partus yang prematur. Kelainan- kelainan itu seringkali juga menimbulkan letak yang abnormal dalam kandungan, partus yang sukar dan kompli

Histerosalphingografi

Histerosalphingografi  Pemeriksaan histerosalpingografi (HSG)  ini merupakan  pemeriksaan rutin di tiap-tiap rumah sakit yang mempunyai peralatan rontgen yang cukup besar.   Di negeri kita pemeriksaan ini dilakukan sendiri oleh ahli radiologi dengan atau tanpa bantuan fluoroscopy.  Waktu yang optimum untuk melakukan HSG ialah pada hari ke 9 sampai 10 sesudah haid mulai.  Pada saat itu biasanya haid sudah berhenti dan selaput lendir uterus sifatnya tenang.  Bilamana masih ada pendarahan,  dengan sendirinya HSG tak boleh dilakukan karena ada kemungkinan masuknya kontras ke dalam pembuluh darah balik.  Pertanyaan yang sering diajukan oleh pasien ialah Apakah pemeriksaannya sakit (nyeri ),  yang harus dijawab oleh dokter dengan terus terang.  Pada waktu portio dijepit memang timbul rasa nyeri,  tetapi dari pengalaman ternyata bahwa nyeri ini sifatnya Individual.  Dengan penjelasan dari ahli radiologi,  bahwa tindakan ini bukan suatu operasi melainkan hanya untuk memasukka

Pencitraan (Imaging ) dalam Ginekologi

Pencitraan (Imaging ) dalam Ginekologi  pencitraan (Imaging)  dalam ginekologi dengan cara radiografi dapat diperoleh dengan beberapa cara yaitu :  1.  Foto polos abdomen  2. Radiogram Thorax  3. Pemeriksaan dengan tomografi Komputer (CT-Scan) 4. Tulang  5. Histerosalphingografi 6. Pielografi Intravena (IVP)  7. Barium Enema Colon Pemeriksaan- pemeriksaan lain seperti Arteriografi, Venografi, Limfigrafi, dan terutama ultrasonografi kadang-kadang juga diperlukan . 

Radiografi abdomen dalam obstetri

Radiografi abdomen dalam obstetri Kebanyakan pemeriksaan abdomen dengan radiografi dalam obstetri sebagian besar sudah ditinggalkan,  berhubungan dengan radiasi pada janin.  Dulu radiografi abdomendalam obstetrimisalnya dipakai untuk menilai umur janin, letak plasenta, kelainan bawaan janin, dan sebagainya.  Radiasi terutama banyak pada pemeriksaan pelvimetri dengan proyeksi Thoms. Pada proyeksi ini pasien setengah duduk untuk memperoleh radiogram pintu atas panggul. Buka janin dalam letak kepala, maka alat kelamin janin berada di atas dan dekat dengan tabung rontgen. Dengan demikian radiasi pada alat kelamin janin akan besar.  Meskipun demikian radiografi konvensional masih dilakukan pada keadaan keadaan tertentu atau atas indikasi-indikasi yang tepat. Dengan sendirinya segi-segi proteksi harus diperhatikan dengan seksama dan pemeriksaan dilakukan pada akhir kehamilan.  Pemeriksaan polos abdomen, misalnya dilakukan pada  : 1. Patologi pada ibu yang memerlukan tindakan seg

Pelvimetri

 Pelvimetri Pelvimetri bertujuan untuk mengukur pelvis. Indikasi pemeriksaan harus dilakukan secara tepat terutama untuk kasus-kasus yang dengan pemeriksaan klinis diduga kuat adanya disproporsi antara kepala janin dan panggul ibu. Banyak cara yang dipakai untuk mengukur garisgaris terpenting pelvis.  Dengar pelvimetri diperoleh ukuran-ukuran pelvis ibu dengan tepat. Dengan sonografi diperoleh ukuran kepala janin yang tepat dan kelainan janin lainnya. Yang penting di ukur ialah konjugata Vera (AB), panggul Tengah (AC) dan panggul bawah (DE). Perlu juga dinilai sacrum yang lurus karena dapat mempengaruhi jalannya persalinan.  Garis-garis melintang panggul dapat diukur dengan cara Schwarz. Garis panggul diukur langsung pada radiogram. Cara ini berdasarkan sinar-x yang vertikal terhadap bidang struktur panggul yang akan diukur. Dibuat dua foto yaitu sebelah kanan dan kiri panggul.  - foto pertama desentrasi 5 1/2 cm sebelah kanan garis tengah (jarak rata-rata spina ischi