Posts

Showing posts from August, 2017

Kode Etik Teknologi Radiologi

Etika dalam Teknik Radiologi Etika merupakan istilah yang diterapkan pada ilmu yang mempelajari sikap dan tingkah laku antara satu dengan lainnya. Dasar kerja dalam profesi medis membutuhkan aturan-aturan yang ketat. Dokter ahli, memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pasien, dan sangat tergantung pada kejujuran seluruh keprofesionalan personil kesehatan dalam memberikan saran dan melaporkan kesalahan-kesalahan. Kode etik secara inisial dikembangkan dan diadopsi oleh American Society of Radiologyc Technollogist (ASRT). Canadian Association of Medical Radiation Technollogist (CAMRT), mengadopsi kode etik yang sama. Semua radiografer harus mengenal kode etik tersebut. Kode Etik American Society of Radiologic Technologist :  1. Ahli-ahli teknologi hari login memposisikan dirinya dalam suatu sikap yang profesional, respon atau tanggapan terhadap kebutuhan pasien dan mendukung rekan rekan sekerja dan tergabung dalam peningkatan kualitas perawatan pasien. 2. Ahl

Intensitas berkas sinar X

Image
A. Pengertian Intensitas berkas sinar X menyatakan jumlah proton yang terdapat dalam berkas pada suatu jarak tertentu dari sumber dan pada luasan bidang penyinaran tertentu serta dalam batasan waktu penyinaran tertentu. Intensitas sering juga disebut kuantitas. Intensitas Seberkas sinar X bersifat heterogen artinya di dalam berkas terdapat berbagai macam energi dan panjang gelombang. Berkas sinar X berbentuk kerucut di mana berkas terpancar menyebar atau divergen dari sumbernya. Luas lapangan sinaran makin jauh dari sumber semakin besar tetapi intensitas berkas sinar X Semakin jauh dari sumber semakin kecil. Menurut tempat dan posisinya intensitas berkas sinar X dapat digolongkan dalam tiga bagian yaitu: 1. Intensitas ketika diproduksi berada dalam tabung rontgen terpancar dari bidang fokus di dalam ruang hampa Insert tube. 2. Intensitas Sinar guna atau berkas primer yaitu intensitas berkas sinar X setelah melewati window tabung rontgen sebelum mengenai objek. Posisinya beraw

RADIOSENSITIVITAS

Image
RADIOSENSITIVITAS  A. Pengertian  Menurut Henry Bequerel, 1896, radioaktifitas didefinisikan sebagi disintegritas ( suatu materi meluruh/mengalami peluruhan) inti secara spontan sari satu atom atau lebih disertai pancaran radiasi. Inti yang tidak stabil senantiasa mengalami disintegritas dalam prosesnya menuju kestabilan. Disintegritas  atau pecah inti mengakibatkan pancaran radiasi. Bentuknya radiasi yang dipancarkan dapat merupakan radiasi partikel atau radiasi foton atau keduanya. iti yang tidak stabil dapat ditemui sebagai elemen berat yang umumnya memiliki nomor atom yang lebih besar dari 83. inti tidak stabil juga dapat dibuat menggunakan reaktor, untuk merusak kestabilan inti dengan cara melakukan reaksi fissi ( fission product) atau memborbardir inti ( netron/proton bombardement) B. Unsur Radioaktif  Unsur-unsur dengan inti tidak stabil dinamakan unsur radioaktif. Terdapat banyak jenis unsur radioaktif, yang dapat dipelajari melalui tabel periodik sistem. Unsur

Pancaran alpha beta dan gamma

Pancaran alpha beta dan gamma  A.  Pengertian Pancaran atau radiasi partikel alfa partikel beta dan foton gama terjadi dalam proses radio aktivitas. Sebagai radiasi memiliki ciri-ciri yaitu : 1. Memiliki bentuk partikel atau foton 2. Terpancar dari sumber, dalam hal ini sumbernya adalah unsur radioaktif 3. Memiliki energi sebagai kekuatan pancaran B. Pancaran alpha Pancaran alpha berbentuk partikel yaitu inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron. Jadi pancaran inti helium adalah radiasi alpha. Radiasi ini umumnya terpancar dari unsur radioaktif yang memiliki nomor atom di atas 80. Sifat-sifat pancaran alpha : 1. Dibanding partikel beta gerakannya lebih lambat 2. Kemampuan ionisasi per unit lintasan lebih besar 3. Sangat cepat kehilangan energi 4. Lintasan di bahan solid sangat pendek 5. Data diberhentikan oleh lapisan tipis C. Pancaran beta negatif Beta negatif adalah elektron. Pancaran beta negatif disebabkan ketidakseimbangan inti di mana jumlah neutron