RADIOLOGI ZONE

Featured Post

SOP ( STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ) MRI BREAST

Rumah Sakit Z PEMERIKSAAN MRI PAYUDARA ( BREAST) Standar Operasional Prosedur ...

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, October 29, 2016

FAKTOR EKSPOSI


Faktor Eksposi
A.        kV ( kilo volt )
1.       Beda potensial antara Katoda dan Anoda
2.       Tegangan Tinggi (dalam satuan Kilo Volt)
3.       Sumber Energi Kinetik Elektron Proyektil
4.       Lahir sebagai Daya Tembus
B.      mA  (milli amper )
1.       Arus Tabung ( dalam satuan milli amper )
2.       Jumlah Elektron penumbuk Target
3.       Lahir sebagai intensitas Sinar –X
4.       Indikator Kapasitas Pesawat
C.      s ( second )
1.    Waktu eksposi ( dalam satuan detik/second )
2.    Menunjuk lamanya Tegangan Tinggi bekerja
3.    Batasan waktu terjadinya Sinar-X
4.    Bersama mA, menentukan Intensitas Sinar-X

HUBUNGAN mAs TERHADAP GAMBARAN
  1. Kenaikan mAs akan diikuti dengan banyaknya jumlah elektron yang dihasilkan dan mempengaruhi banyaknya foton sinar-x yang dihasilkan dengan kata lain mAs berhubungan dengan kuantitas sinar-x yang dihasilkan
  2. kuantitas sinar-x akan mempengaruhi densitas gambaran pada film yang dihasilkan, maka semakin tinggi mAs yang digunakan akan semakin tinggi densitas yang dihasilkan.
Menentukan kV ( daya tembus )
Penentu :
1.       Ketebalan organ
2.       Kerapatan orga
Pertimbangan
1.       Perbedaan penyerapan jaringan
2.       Penampilan organ pada gambar
Menentukan kV ( daya tembus )
Hasil :
1.       kV Tinggi
2.       kV Optimum
3.       kV sedang
4.       Kv Rendah
Indikator:
1.       Kontras Gambar
2.        
HUBUNGAN mAs TERHADAP kV
Kenaikan mAs akan mengikuti kenaikan kV yang digunakan untuk menghasilkan sebuah gambaran pada film.
Pada objek yang lebih tebal, supaya sinar-x bisa menembus objek tersebut dengan baik, maka digunakan kV yang lebih tinggi.
Karena kV yang digunakan lebih tinggi maka untuk mengimbanginya digunakan juga mAs yang lebih tinggi (Ball and Price, 1990).
Pada kisaran kV tertentu antara 60-80 kV terdapat kecenderungan semakin tinggi kV yang digunakan akan semakin menurun mAs nya. Hal ini didasarkan pada aturan 10 kV (10 kV’s Rule).
Aturan 10 kv menyebutkan bahwa jika kV naik 10 kV, maka mAs akan turun 50% dari semula dan jika kV turun 10 kV, maka mAs akan naik 50% dari semula.
Untuk penggunaan kV yang tinggi atau biasa disebut dengan teknik kV tinggi dengan kisaran kV mulai dari 100 kV ke atas, mAs cenderung menjadi sangat rendah

a)       Penggunaan Teknik kV
Kv Tinggi
Batasan :>100kV, obyek >20 cm, mAs minimum.
kV Optimum
Batasan : Nilai kV tertinggi yang masih dapat membedakan gambaran tulang dan jaringan lunak
kV Sedang
Batasan : Membedakan struktur tulang dan jaringan lunak secara tegas
kV Rendah
Batasan : < 50kV soft tissue technique
kV Tinggi
Tujuan : Meminimalkan perbedaan Densitas antar jaringan
kV Optimum
Tujuan : Untuk mengurangi penggunaan mAs agar lebih kecil
kV Sedang
Tujuan : Pemeriksaan radiografi tulang pada umumnya
kV Rendah
Tujuan : Teknik untuk memperlihatkan struktur jaringan lunak (soft tissue)
kV tinggi
Indikator : Kontras rendah
kV Optimum
Indikator : Kontras sedang
kV Sedang
Indikator : Kontras tinggi
kV Rendah
Indikator : Kontras rendah

b)      Menentukan mA
Penentu :
Kemampuan Pesawat
Pemilihan mA yang disediakan
Pertimbangan :
Pemilihan ukuran Fokus
Pergerakan obyek yg difoto
s yg dirancang
Hasil :
mA besar, dengan kombinasi Fokus besar
mA kecil, dgn kombinasi Fokus kecil
Indikator :
geometric unsharpnes
“Penggunaan Ma disarankan setinggi-tingginya 80% dari nilai mA maksimum pesawat tsb.
Perhatikan kompensasi dgn kV maksimum yg dapat digunakan pd nilai mA yg dipilih (tube rating )
Perhatikan pilihan harga mA yg disediakan oleh pesawat tsb.
Perhatikan nilai mA pd penggunaan fokus besar dan fokus kecil.”

c)       Menentukan s
Penentu :
Pergerakan Organ
Pilihan s yg disediakan
Pertimbangan :
mA yg dipilih
mAs yg dirancang
Hasil :
second singkat (<0,1 detik) second panjang (>0,1 detik)
Indikator :
Movement Unsharpnes.
Penggunaan s
Perhatikan s yg disediakan oleh pesawat tsb.
Disarankan memilih s singkat untuk organ-organ bergerak atau yg tdk dapat dikontrol
Gunakan kombinasi s dan Ma untuk menghasilkan mAs yg proporsional pd pemeriksaan yg dilakukan
Memilih s
Untuk organ yg tdk bergerak, (dpt diupayakan diam selama eksposi) misalnya ekstremitas dpt menggunakan s panjang
Untuk organ yg tdk dpt dikontrol, tetapi gerakannya relatif lambat misalnya usus halus dan colon dpt digunakan s sampai 0,08 dt
Untuk pemeriksaan paru-paru, gerakan pernapasan relatif cepat tetapi gerakannya masih dpt dikontrol dpt menggunakan s sampai 0,03 detik
Untuk organ yg gerakannya cepat dan tdk dpt dikontrol, misal jantung, pembuluh darah disarankanmenggunakan s dibawah 0,01 detik

d)      Menentukan mAs
Penentu :
jenis film-Screen
    Speed Film-Screen    
  Pertimbangan :
Densitas film yg   diharapkan
Hasil        :
mAs optimum dan mAs minimum
  Indikator  :  
Densitas film
              Film-Screen Unsharpnes





TEKNIK kV RENDAH (low kV technique)

TEKNIK kV RENDAH

  1. adalah  :  teknik radiografi menggunakan kV         lebih rendah dibanding kV pada                 kondisi normal
  2. Berguna untuk memperlihatkan jaringan tubuh dengan densitas rendah ( otot , lemak )
  3. kV yang dipergunakan dikurangi 15 s/d 20 kV dari kondisi normal
  4. Gunakan pesawat yang memiliki mA tinggi sehingga diharapkan panas yang timbul pada tabung dapat ditekan sampai batas tertentu
Teknik pemeriksaan ini biasanya untuk memperlihatkan jaringan lunak, yang mempunyai densitas (intrinsic density) rendah, seperti jaringan otot dan lemak
Penggunaan KV yang rendah pada teknik ini harus harus dikombinasikan dengan nilai MAS yang tinggi
Teknik ini menggunakan non-screen film yang mempunyai butiran-butiran film yang lembut                (fine grain film) sehingga detail yang dihasilkan lebih baik dan membutuhkan waktu eksposure time yang lama.
Koreksi kVp adalah dengan menurunkan factor tegangan tabung (kVp) akan menghasilkan gambar yang mempunyai kontras optimal
Nilai kV akan mempengaruhi kualitas sinar x yang dihasilkan. Semakin rendah kVp maka daya tembus yang dihasilakan semakin keil sehingga sinar x yang mengenai film sedikit karena banyak mengalami perlemahn (atenuasi)
Hal ini mengakibatkan kontras radiograf yang dihasilkan semakin tinggi dan dosis radiasi yang diterima oleh pasien makin banyak karena sinar x yang di teruskan sampai film setelah mengenai objek semakin sedikit
  1. Dengan kV rendah obyek yang tidak terlihat pada kV normal dapat terlihat lebih jelas
  2. Pada teknik kV rendah organ yang di foto sebaiknya tidak tertutup pakaian ( terbuka )
  3. Pergunakan alat imobilisasi karena dengan menggunakan teknik kV rendah dibutuhkan mAs yang tinggi ( waktu eksposi lebih lama )
  4. Penggunaan non screen film mungkin perlu dipertimbangkan untuk organ dengan ketebalan tinggi 
  5. Dosis radiasi tinggi karena mAs tinggi              
                                                                                         
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN TEKNIK kV RENDAH
  1. Mampu memperlihatkan struktur jaringan lunak
  2. Mampu memeprlihatkan kalsifikasi yang rendah
  3. Mampu memperlihakan detail yang lebih baik dengan penggunaan non-screen film
  4. Mampu memperlihatkan kontras yang tinggi karena mempunyai latitute exposure yang sempit

KEKURANGAN MENGGUNKAN TEKNIK KV RENDAH
  1. Daya tembus rendah
  2. Radiasi yang diterima pasien lebih banyak
  3. Densitas kurang merata
  4. Penggunaan harus diimbangi nilai MA yang tinggi, sehingga jumlah electron yang dihasilkan dan menumbuk ke target menjadi bertambah. Hal ini menyebabkan tabung (tube X ray) cepat rusak.
APLIKASI
  1. Melihat kalsifikasi pada arteri supervisial atau tendon
  2. Mamografi
  3. benda asing (corpus alienum) pada daeah permukaan (Low density foreign body (radio lusen ))
  4. Struktur soft tissue leher, larynx (adenoid pada pharynx )
  5. kista
  6. lesi pada os. Nasal
  7. Identifikasi lemak subcutan ( nutrition survey )

TEKNIK kV TINGGI ( High kV Technique )

TEKNIK kV TINGGI


  1. Adalah :  Teknik radiografi dengan kv tinggi        sehingga perbedaan kontras antara        tulang dan jaringan                 tidak begitu besar
  2. Bushong (1988)
    1. merupakan teknik radiografi yang menggunakan faktor eksposi dengan kV tinggi yaitu lebih dari 100 kV, sehingga perbedaan densitas antar tulang, jaringan, dan udara menjadi relative homogen
    2. Teknik kV tinggi ini biasa digunakan pada pemerikasaan thoraks secara rutin, karena bisa menampakkan lapangan paru dan mediastinum lebih detail. Dengan teknik kV tinggi, dosis radiasi yang diterima pasien kecil karena dengan bertambahnya kV maka daya tembus sinar-X semakin kuat, sehingga semakin sedikit sinar-X yang diserap oleh bahan (kulit).
  3. KC. Clark (1974)
    1. Merupakan teknik yang sangat mengutamakan waktu eksposi yang sangat rendah.
    2. Teknik ini sangat efektif untuk mengontrol ketidak tajaman karena pergerakan dari objek yang tidak disengaja dan menyebabkan gambaran menjadi kabur.
    3. Teknik High kV dapat digunakan untuk pemeriksaan angiografi karena memerlukan waktu yang singkat, dan juga pada teknik pemeriksaan tulang.
  4. Van Der Plats (1972)
    1. Merupakan teknik pada bidang radiologi dengan memanfaatkan tegangan (kV) tinggi dengan menurunkan nilai mAs untuk menghasilkan gambaran radiografi yang sama dengan kondisi kV standar pada sebuah pemeriksaan radiologi.
    2. Gambaran radiografi dihasilkan oleh 2 variable yaitu kV dan mAs, kedua variable ini sangat mempengaruhi satu sama lain, jika kV naik maka mAs akan berkurang, untuk ukuran ketebalan yang sama dan begitu juga sebaliknya jika kV turun maka nilai mAs naik.
5.       Carrol ( 1985)
a.       Teknik kV tinggi merupakan suatu pengembangan teknik radiograf dengan menaikkan nilai kV dari kV standar (kV yang secara umum digunakan untuk membentuk suatu radiograf dan mampu menghasilkan informasi diagnostik). Tegangan tabung (kV) yang digunakan berkisar antara 100 kV – 150 kV
b.       Radiograf yang dihasilkan menggunakan teknik kv Tinggi bisa menurunkan kontras bila dibandingkan dengan radiograf dengan  kv Rendah.

HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PENGGUNAAN kV TINGGI
  1. kV lebih tinggi diatas 100 kV
  2. Untuk mengurangi radiasi hambur diperghunakan Grid Ratio tinggi  10 : 1  s/d  12 : 1
  3. Kolimasi sesuai keperluan untuk mengurangi radiasi hambur

RUMUS HUBUNGAN
 ANTARA KV DENGAN MAS
mAs1   =   kV24
mAs2        kV14
Keterangan :
  1. kV 1       = kV awal sebelum diubah
  2. mAs 1    = mAs awal sebelum diubah
  3. kV 2       = kV sesudah diubah
  4. mAs 2    = mAs sesudah diubah

KEUNTUNGAN
  1. Dengan kV tinggi densitas foto jaringan lebih merata           ( densitas tulang dan jaringan hampir sama )
  2. Penggunaan teknik kV tinggi akan menghasilkan rentang densitas panjang sehingga datail yang dihasilkan tinggi
  3. Pengurangan mAs memungkinkan penggunaan waktu yang singkat , yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya movement unsharpness
  4. Penggunaan fokus kecil dapat mengurangi geometric unsharpness
  5. Pemanasan x-ray tube berkurang terutama berguna pada serial radiography
  6. Penggunaan mAs yang kecil memungkinkan penggunaan fokus kecil lebih sering
  7. Dosis pasien lebih kecil

KERUGIAN
  1. Diperlukan pesawat x-ray dengan kV tinggi                      ( lebih dari 100 kV ), tidak semua pesawat bisa dioperasikan pada tegangan diatas 100 kV
  2. Penggunaan kV tinggi akan meningkatkan radiasi hambur, sehingga kontras radiograf yang dihasilkan rendah, maka dibutuhkan grid dengan ratio yang tinggi, lead backing juga diperlukan
  3. Detail menurun dan  kontras rendah pada struktur jaringan lunak ( soft tissue )
  4. Dosis gonad pada pemeriksaan thorax meningkat
  5. Resiko dari over-penetration ( daya tembus terlalu tinggi ), e.g pemotretan pembuluh darah permukaan
  6. Detail  tulang kurang baik terutama pada foto tulang
  7. Kontras pada foto tomography kurang

APPLIKASI  
  1. Radiography thorax karena loss opacitas iga dan penetrasi effektif dari mediastinum didapatkan  informasi general survey yang lebih banyak ( kelainan dibawah iga terlihat )
  2. G.I tract / Barium examination karena diperlukan waktu yang singkat sehingga  effektif menahan pergerakan ( movement unsharpness )
  3. Pada obstetric radiography, dosis yang diterima ibu dan anak berkurang                         ( Glenda J Bryan, 1974 )
  4. Pada HSG dosis radiasi dapat dikurangi
  5. Angiography karena eksposi yang singkat sangat dibutuhkan
  6. Pada serial examination, karena penggunaan waktu yang singkat dan dapat mengurang pemanasan tube.
  7. Pada proyeksi lateral lumbal-sacral,dapat terlihat karena perbedaan range densiti yang besar

BATASAN PEMERIKSAAN THORAX DENGAN kV TINGGI 
  1. Beberapa literatur memberikan batasan kV tinggi pada pemeriksaan radiologi thoraks pada :
v  130-150 kV (Clark, KC, 1973) dan
v  125-150 kV ( John E Cullinan, 1972)
  1. Dalam pelaksanaan teknik kV tinggi perlu menggunakan grid atau bucky untuk mengurangi radiasi hambur akibat kV yang tinggi
  2. Besarnya nilai kV yang digunakan diimbangi dengan penurunan nilai mAs untuk mendapatkan nilai eksposure yang sama dengan nilai eksposure pada pemeriksaan thoraks dengan kV standar, sehingga hasil radiograf akan optimal 
  3. FFD pada teknik kV tinggi ini sama dengan FFD yang digunakan pada teknik kV standar (Clark, KC, 1973).
  4. Radiograf yang dihasilkan menggunakan teknik kv Tinggi bisa menurunkan kontras bila dibandingkan dengan radiograf dengan  kv Rendah.